Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Kisah Sex Terjebak dalam Anus Berlendir 2

  Aopok.com - Akhirnya aku memberanikan diri untuk membalas lumatan-lumatannya, detak jantungku semakin bertalu-talu dan badanku semakin bergetar, rasa maluku memudar, sambil merintih rintih, “Ooom.., ahh.., ahh.., Uhh”, vaginaku mulai terasa basah dan terasa geli tapi nikmat, “Ohh..”

Tangan Om Benny yang satu lagi mulai menyusup di antara ketiakku, mau tak mau kedua tanganku menjadi terangkat, “Ahh.., Omm.., ahh.., uuhh”, akal sehatku entah melayang ke mana, kini tangan Om Benny lebih bebas menelusuri tubuhku, tangan kiri menopang punggung, tangan kanannya terus mengelus bagian-bagian yang sensitif di pantat, ini membuat perasaanku makin melambung, “Ssst.., ahh”.


Kemudian tangannya bergerak naik, hingga handuknya makin terangkat ke atas, badanku serasa lemas tak berdaya, ketika kaki kiri Om Benny dinaikkan dan mendudukkanku di atas tempat tidur. Kakinya terasa hangat di punggung, dia tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk berfikir sehat, Sambil terus melumat bibir, ujung jari tangan kanannya beralih mengelus pahaku naik pelan ke arah pangkal paha, kepalang tanggung tubuh bagian bawahku tidak tertutup apa-apa, membuat dada ini makin berdegup dan serasa darahku mendesir, membuatku kembali merintih-rintih nikmat, “Ahh.., ahh.., uhh”, sebelum mencapai pangkal paha jarinya bergerak turun lagi, karena geli aku kembali merintih.

Tanpa menyentuh vaginaku yang mulai basah karena birahiku mulai bangkit, tangan kanan Om Benny terus naik dan meremas-remas lembut tetekku yang masih tertutup handuk, “Ahh.., Omm.., ahh.., Uhh”, aku semakin merintih rintih nikmat, perlahan tangan Benny mulai membuka handuk dari atas dadaku dan tanpa malu lagi kubiarkan hingga terbuka, tetekku menyembul diantara handuk yang tersingkap tanpa ada perlawanan sedikitpun.

Kurasakan udara hangat di telinga, “Kamu benar-benar gadis yang cantik, dan telah tumbuh dewasa Des, tubuhmu begitu indah”, gumamnya lirih, membuat tubuhku makin bergetar dan nafasnya sesak menahan gejolak di dada mendengar pujian itu, kemudian Om Benny menarik kakinya dan merebahkanku di tempat tidur, Akupun mulai merasa sayang untuk menolak, “..ahh”, aku mendesah kecil tanpa disadari.

Om Benny kelihatannya tahu gejolak birahiku semakin membara. Tangannya mengusap lembut dari telinga turun ke leher, mengusap lembut buah dadanya yang terbuka dan sebaliknya beberapa kali. Aku merasa terbuai seakan anganku melambung, aku kembali pasrah saja saat Om Benny mengulum bibir dengan lembut dan hangat, ada perasaan di hati untuk terus menikmati belaian belaian lembut itu. “Ja.. jangan Om.., ahh”, kedua tanganku serasa lumpuh dan tidak berusaha menahan tangan Om Benny yang kemudian merenggut handuk itu serta melemparnya ke sisi ranjang, sekilas kulihat mata Om Benny menyapu ke seluruh tubuh bugilku.

Aku menggelinjang-gelinjang geli dan nikmat saat jemari itu menari dan mengusap lembut di atas buah dadaku yang mulai berkembang lembut dan putih, seraya terus berpagutan, perasaan nikmat, geli dan anganku melambung kembali saat jemari itu mempermainkan puting susu yang masih kecil dan kemerahan itu. “Omm.., aahh.., uuhh.., ahh”, birahiku makin memuncak, “..ngghh..”, vaginaku semakin basah. Tanpa sadar kepalanya makin kudekap. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia